Diskusi Konsolidasi Demokrasi "Ancaman hoaks jelang Pemilu 2029"
|
SIBOLGA | Badan Pengawas Pemilu Kota Sibolga melaksanakan Diskusi Konsolidasi Demokrasi Rabu, 11 Februari 2026 bertempat di Kantor Bawaslu Kota Sibolga dengan menghadirkan pembicara dari kalangan jurnalis yang ada di kota Sibolga. Adapun topik yang dibahas dalam Diskusi ini yaitu ancaman hoaks jelang Pemilu 2029 mendatang, dengan pembicara yaitu Joyful Rom Sihotang, Juan Frijer Lumbangaol, dan pegiat sosial Herman Pasaribu.
Dalam diskusi kali ini, Salmon Tambunan, selaku ketua Bawaslu Kota Sibolga dan sekaligus pemimpin diskusi yang bertajuk Ancaman Hoaks Jelang Pemilu 2029 ini, membawa dengan santai diskusinya sembali minum kopi. Diawal diskusi Salmon menanyakan apakah Hoaks ini ada disetiap perhelatan pesta demokrasi? dan pendapat para pembicara seperti Joyful Rom Sihotang menyampaikan bahwa Hoaks ini “ hoaks itu tujuannya untuk menjatuhkan lawan politik disetiap perhelatan demokrasi.
Karena hoaks itu sajian informasi yang tidak benar dan tidak merupakan sebuah fakta. Jadi perlu masyrakat lebih cerdas dalam melihat sebuah berita, misalnya dengan meneliti sumber berita, dan narasumbernya siapa, jangan ujuk-ujuk ada berita langsung percaya, pada hal itu akunnya juga belum tentu sesuai atau sering disebut akun fake atau akun palsu, ujar Joy.
Sementara itu Juan menyampaikan bahwa dengan perkembangan IA ( EAI) akan berkembang dalam menyongsong Pemilu atau Pilkada kedepan. Jadi perlu ada pengawasan dari lembaga yang berwenang supaya penggunaan AI ini bisa disebarkan yang sudah benar sesuai dengan atuaran yang berlaku, dan Bawaslu memberikan pendidikan pengawasan diluar tahapan sebagai bentuk pendidikan partisipatif, tutup Juan.
Penulis : Salmon Tambunan
Foto: Staf Sekretariat
Editor: PS